Pasuruan, Kabarpas.com – Puluhan warga Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan mendatangi ke PT Sorini Towa Berlian Corporindo yang berada di Jalan Raya Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan pada Senin (2/10/2023) pagi. Mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari aktivitas produksi industri barang konsumsi mulai dari makanan dan minuman hingga kepada kosmetik dan farmasi.
Unjuk rasa yang dilakukan warga tersebut menuntut agar PT Sorini tidak lagi membuang limbah cair di sungai dan limbah udara yang dihasilkan dari hasil produksi bahan makanan, minuman, hingga kosnetik dan farmasi. Pasalnya akibat limbah tersebut, kesehatan warga terganggu.
Selain menuntut PT Sorini menghentikan membuang limbah ke sungai, warga juga menuntut perusahaan pengolahan bahan dasar makanan ringan tersebut untuk bertanggungjawab terhadap pencemaran sungai dan sumur-sumur warga.
“Selama ini PT Sorini Towa Berlian Corporindo tidak pernah mengkucurkan CSR pada warga yang terdampak dari aktifitas perusahan itu,” kata Hedrik Sulfianto, Koordinator lapangan.
Menurut dia, warga sudah lama resah karena air sumur untuk rumah tangga tidak bisa dikonsumsi karena tercemar limbah dari sungai. Warga tidak tahu lagi akan mengadu kemana karena selama tidak ada upaya dari pemerintah menyelesaikan masalah tersebut.
“Dari hasil pertemuan antara pihak kami dengan pihak management, yang saksikan langsung Kapolsek Beji, Danramil Beji, dan Camat Beji telah disepakati dan hasilnya akan diberitahu minggu depan,” lanjut Hedrik Sulfianto.
Sementara melalui sambungan telepon, Plt Camat Beji H. Komari membenarkan terkait hasil pertemuan yang dilakukan perwakilan warga dengan pihak management PT Sorini Towa Berlian Corporindo.
“Betul mas tadi ada kesepakatan antara kedua belah pihak, dan akan dilakukan perbaikan pembuangan limbah serta pihak management melakukan kewajibannya memberikan CSR, dan lowongan pekerjaan pada warga,” jelasnya. (sbi/gus).

















