Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 8 Agu 2026

Unik, Ratusan Wali Murid SDN Randusari Buat Kain Batik Sendiri untuk Seragam Sekolah Anak


Unik, Ratusan Wali Murid SDN Randusari Buat Kain Batik Sendiri untuk Seragam Sekolah Anak Perbesar

​Pasuruan, Kabarpas.com – Langkah kreatif dan unik ditunjukkan oleh ratusan wali murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Randusari, Kota Pasuruan. Di tengah aturan pemerintah yang melarang sekolah menjual seragam kepada para pelajar, pihak sekolah bersama para orang tua wali murid memilih berinovasi dengan membuat kain batik sendiri yang nantinya akan digunakan sebagai seragam sekolah anak-anak mereka, Sabtu (08/08/2026).

​Kegiatan pembuatan batik massal ini dipusatkan di halaman sekolah dan diikuti oleh orang tua dari siswa kelas 1, 2, dan 3. Ide kreatif ini lahir sebagai solusi atas larangan sekolah menjual seragam, sekaligus menyiasati kendala jika harus membeli di luar yang kerap memakan waktu lama serta berbiaya cukup mahal.

​Kepala Sekolah SDN Randusari, Yuli Winarti, menjelaskan bahwa kain batik yang dibuat memiliki motif khas Kelurahan Randusari, yakni perpaduan motif daun dan bunga pohon randu.

​”Motif ini kami pilih sebagai pengingat sejarah bahwa di Kelurahan Randusari dahulunya banyak tumbuh pohon randu di tepi jalan raya. Selain itu, dalam desainnya juga wajib disematkan unsur motif daun sirih yang merupakan ciri khas batik Kota Pasuruan,” ujar Yuli Winarti di lokasi kegiatan.

​Untuk mempermudah proses pembuatan bagi para pemula, pihak sekolah secara khusus mendatangkan perajin batik berpengalaman yang memandu teknik batik cap atau batik stempel di atas kain putih yang telah dipola.

​Suasana antusias tampak jelas di halaman sekolah. Kendati sebagian besar orang tua baru pertama kalinya memegang canting dan alat stempel batik, semangat kebersamaan tetap terlihat.

​Salah satu wali murid siswa kelas 1, Feni Nur Widiastuti, mengaku sempat mengalami sedikit kesulitan karena baru pertama kali mencoba proses membatik di lingkungan sekolah. Kendati demikian, ia merasa sangat senang dan bangga bisa terlibat langsung membuat kain seragam yang kelak akan dipakai oleh buah hatinya tercinta.

​”Awalnya agak susah karena baru pertama kali membatik, tapi seru dan senang sekali bisa ikut membuat langsung untuk seragam anak sendiri,” ungkap Feni.

​Melalui kegiatan ini, SDN Randusari tidak hanya berhasil mematuhi regulasi pemerintah terkait pengadaan seragam, tetapi juga sukses menumbuhkan kreativitas, mempererat kebersamaan antar-wali murid, sekaligus melestarikan kearifan lokal melalui karya batik khas daerah. (emn/ian).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Dari Sampah hingga Kemacetan, Ini Masalah yang Dikeluhkan Warga Perkotaan Jember

8 Agustus 2026 - 18:22

MPM Honda Jatim Kembali Berikan Beasiswa bagi Anak Asuh Berprestasi di Malang

8 Agustus 2026 - 14:17

Honda DBL 2026 East Java – North Resmi Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

8 Agustus 2026 - 14:13

Perkuat Kapasitas, DWP Kabupaten Probolinggo Gelar Bimtek Kepemimpinan Bagi Ketua DWP Unit Pelaksana

8 Agustus 2026 - 14:10

Astra Honda Siap Lanjutkan Performa Positif di ARRC Mandalika 2026

7 Agustus 2026 - 20:31

Bupati Jember Bantah Programnya Sekadar Populis, Akui Kekompakan ASN Masih Jadi Tantangan

7 Agustus 2026 - 20:26

Trending di KABAR NUSANTARA