Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 16 Jul 2022

Moeldoko Ajak Perbankan Patahkan Asumsi Mobil Listrik Mahal


Moeldoko Ajak Perbankan Patahkan Asumsi Mobil Listrik Mahal Perbesar

Bali, Kabarpas.com – Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko menyambut baik komitmen perbankan dalam mewujudkan ekonomi dan keuangan yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya dengan mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Ia menegaskan, perbankan dan korporasi sebagai pemain besar di sektor keuangan memegang peranan penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Keduanya, ujar dia, harus memiliki kesadaran yang sama dan bersinergi untuk melakukan pembiayaan terhadap industri dan konsumen kendaraan listrik di Indonesia.

“Saat ini masih ada asumsi mobil listrik itu mahal. Untuk itu, butuh komitmen perbankan dan korporasi untuk mendukung pembiayaan kepada industri dan konsumen kendaraan listrik,” kata Moeldoko saat berbicara pada Leaders Insight seminar on Scalling Up Green Finance In Indonesia, di Nusa Dua, Bali, Jumat.

Moeldoko yang juga Ketua Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) mengakui, bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Diantaranya, munculnya dilema dalam menentukan hal apa yang perlu dikembangkan lebih dulu. Yakni, antara percepatan produksi kendaraan listrik atau ketersediaan fasilitas penunjangnya. Seperti stasiun pengisian baterai.

“Kalau kendaraannya dibangun masif tapi charging stationnya belum ada, ini jadi masalah. Charging station dibangun tapi pertumbuhan mobil listrik belum tumbuh dengan baik juga jadi masalah, tidak ada yang mau investasi,” terangnya.

“Ini ibarat menentukan lebih dulu mana antara ayam atau telur. Jadi semuanya saling menunggu,” imbuh Moeldoko.

Untuk mengurai persoalan tersebut, lanjut Moeldoko, perlu ada intervensi dari pemerintah, yakni dengan melakukan transisi dan konversi penggunaan kendaraan konvensional pada kendaraan listrik.

“Ini sudah mulai diuji coba di Kementerian Perhubungan. Nantinya hal yang sama akan dilakukan di kementerian/lembaga lainnya,” jelas Moeldoko. (don/gus).

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Pemkab Jember Jamin Kelanjutan Kontrak PPPK hingga 2027

9 Juli 2026 - 07:51

BPBD Jember Petakan Wilayah Rawan Kekeringan, Siapkan Distribusi Air Bersih

9 Juli 2026 - 07:46

Kasus Gudang Solar Bersubsidi di Jember Berlanjut, Bareskrim Tetapkan Pemilik Gudang sebagai Tersangka

8 Juli 2026 - 15:21

Inflasi Jember 3,13 Persen Lebih Rendah dari Nasional, Pemkab Klaim Stabilitas Harga Terjaga

7 Juli 2026 - 17:54

1.500 Pelari Ikut Ambil Bagian dalam Majapahit Run 2026, Meriahkan HUT ke-108 Kota Mojokerto

5 Juli 2026 - 13:44

Paguyupan Tosan Aji Parikesit Trenggalek ‘Mensakralkan’ Pusaka Keris, Begini Kata Budayawan Gaguk Susilo

5 Juli 2026 - 09:38

Trending di KABAR NUSANTARA