Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 27 Apr 2019

Lesbumi PCNU Kota Pasuruan bersama Lembaga Sensor Film Gelar Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri 


					Lesbumi PCNU Kota Pasuruan bersama Lembaga Sensor Film Gelar Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri  Perbesar

Reporter : Muhammad Khamim

Editor : Titin Sukmawati

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Dalam ikut serta menjaga konten dan produk film berkualitas di tengah masyarakat, Lesbumi PCNU Kota Pasuruan bekerja sama dengan Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF) menggelar acara Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri.

Dalam acara yang digelar di Aula lantai II PCNU Kota Pasuruan ini, mengambil tajuk “Masyarakat sensor Mandiri, wujud Kepribadian Bangsa”. Hadir dalam acara ini sejumlah narasumber yang telah berkompeten di bidangnya. Di antaranya yaitu Dr. H. Ahmad Yani Basuki, M, Si. Ketua LSF, serta KH. M. Nailur rahman, S, IP. Selaku Tokoh Muda NU dan Wakil Ketua Tandfidziyah PCNU Kota Pasuruan.

Tak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh peserta yang terdiri dari Perwakilan OSIS SMU/Sederajat se-Kota Pasuruan dan BEM Perguruan tinggi se Kota Pasuruan, serta Banom dan Lembaga-lembaga lainya yang ada di Lingkungan PCNU Kota Pasuruan.

Dr. Ahmad Yani Basuki selaku ketua Lembaga Sensor Film menyampaikan tentang pentingnya masyarakat untuk menggerakkan budaya sensor mandiri di tengah semakin massifnya industri perfilaman di tanah air.

Dijelaskan, saat ini LSF telah membuat tagline gerakan MMT (Memilah dan Memilih Tontonan) sebagai gerakan budaya dalam melakukan sensor Mandiri atas berbagai produk perfilman di masyarakat.

“Karena film di samping sebuah hiburan juga merupakan media paling efektif dalam penetrasi budaya asing yang mungkin saja berdampak buruk pada masyarakat khususnya anak muda, untuk itu perlu memilah dan memilih tontonan sebagai langkah strategis dalam sensor mandiri masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu kiai muda NU yang juga sebagai Pengurus PCNU Kota Pasuruan KH. Muhammad Nailur Rohman, dalam materinya menekankan penguatan keimanan dan keislaman dalam mensukseskan gerakan sensor mandiri, hal ini menjadi penting karena sukses atau tidaknya sebuah gerakan sensor mandiri bergantung pada kualitas keimanan dari generasi mudanya.

“Jika generasi muda kita memegang teguh keimanan dan menjalankan syariat Islam dengan baik, maka secara otomatis sensor mandiri atas berbagai produk budaya negatif seperti film yang berisi konten negatif dan Dark social dalam gadget anak muda kita akan berjalan dengan baik. Untuk itu selaku pengurus PCNU Kota Pasuruan sangat mengapresiasi hadirnya kegiatan yang sangat bermanfaat ini,” tutur tokoh muda NU alumni Siria tersebut.

Hal senada juga dikatakan oleh M. Nasikh selaku ketua Panitia dari Lesbumi PCNU Kota Pasuruan. Ia menyampaikan pentingnya sebuah gerakan sensor mandiri.

“Hal ini menjadi tanggung jawab budaya atas berbagai fenomena negatif penetrasi budaya asing yang merusak karakter bangsa,” tutupnya. (mim/tin).

Artikel ini telah dibaca 164 kali

Baca Lainnya

Komitmen Mengawal Program Pangan, Polisi Amankan Kasus Pengemasan Ulang Beras SPHP

1 November 2026 - 20:54

IPNU-IPPNU Kota Pasuruan Ajak Gen Z Merawat Tradisi Lewat Seni dan Kreativitas

31 Oktober 2026 - 23:24

Gandeng Kabarpas, Bawaslu Pasuruan Dorong Partisipasi Warga Awasi Pemilu

31 Oktober 2026 - 09:07

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah, Ketua-Bendahara KONI Kota Pasuruan Ditahan Kejari

29 Oktober 2026 - 21:29

Rapat Paripurna IV DPRD Kota Pasuruan, Raperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Disepakati

27 Oktober 2026 - 08:51

DPRD Kabupaten Pasuruan Dorong Terbentuknya Perda Pesantren hingga Siapkan Job Fair Khusus Santri

27 Oktober 2026 - 08:33

Trending di Berita Pasuruan