Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 27 Jan 2019

Peran Muslimat NU Dalam Kesejahteraan Perempuan dan Anak-anak


Peran Muslimat NU Dalam Kesejahteraan Perempuan dan Anak-anak Perbesar

Reporter : Diaz Octa

Editor : Diaz Octa

 

Jakarta, Kabarpas.com – Muslimat NU merupakan salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama. Sejarah berdirinya Muslimat NU berawal dari keinginan para muslimah untuk memperjuangkan masalah yang dihadapi perempuan.

Muslimat mulai diterima hanya sebagai anggota saat Muktamar NU ke 13 di Menes Banten pada 1938. Pada Muktamar ke-14 di Magelang, diselenggarakan persidangan pertama untuk Muslimat yang dipimpin oleh Siti Juaesih dari Bandung. Persidangan tersebut membahas pentingnya peran perempuan dalam organisasi NU, masyarakat, pendidikan, dan dakwah.

Pada Muktamar ke-16 barulah Muslimat resmi menjadi badan di bawah naungan NU dengan nama Nahdlatul Ulama muslimat (NUM) dan membentuk kepengurusan sendiri. sehingga tercatat hari lahir Muslimat NU pada 29 Maret 1946 (26 Rabiul akhir 1465).

Peranan Muslimat NU cukup besar terhadap kesejahteraan khususnya perempuan dan anak-anak. Muslimat NU juga pernah mengalami masa-masa sulit saat baru dirintis.

Seperti dilansir dari http://www.nu.or.id/post/read/58517/sekelumit-profil-sejarah-dan-prestasi-muslimat-nu, dijelaskan bagaimana sejarah awal berdirinya Muslimat NU, serta perjuangannya untuk anak-anak dan kaum hawa.

Pada masa PKI, Muslimat NU turut berjuang memeranginya. Muslimat menggelar beberapa pelatihan untuk menggembleng fisik kaum wanita. Muslimat NU paling awal meminta pembubaran PKI, serta meminta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk membubarkan dan mengambil alih TK Melati yang dikelola oleh Gerwani. Gerwani yang saat itu disebut memiliki hubungan erat dengan PKI.

Sesuai dengan Pasal 2, dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga, Muslimat bertujuan menyadarkan para wanita Islam Indonesia akan kewajibannya, supaya menjadi ibu yang sejati, sehingga mereka dapat ikut memperkuat dan membantu pekerjaan NU dalam menegakkan agama Islam.

Dalam perkembangannya, tugas Muslimat NU cukup banyak sehingga dibentuk beberapa yayasan yang sesuai bidangnya masing-masing, diantaranya:
1. Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPM NU)
2. Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU, yang menangani kesejahteraan khususnya anak-anak. Yayasan ini memiliki 103 Panti Asuhan dan 74 BKIA (rumah bersalin / rumah sakit), yang tercatat pada Juli 2011.
3. Yayasan Haji Muslimat NU.
4. Himpunan Daiyah Muslimat NU dan Fatayat NU (HIDMAT), yang meliputi kegiatan dakwah.
5. Muslimat NU juga memiliki beberapa media dalam bidang penerbitan. (***/diz).

Artikel ini telah dibaca 122 kali

Baca Lainnya

Rajin Kejar Pajak, Camat dan Lurah Jember Dijanjikan Promosi

19 September 2026 - 22:47

PAD Jember Tumbuh Tertinggi di Jatim, Wajib Pajak Taat Diganjar Penghargaan

19 September 2026 - 22:43

ISPA Meningkat, Pemkab Jember Ingatkan Warga Waspadai Gejala Influenza 

19 September 2026 - 15:03

Sembilan Hari Terombang-ambing, Tiga ABK Baliman Ditemukan Nelayan Puger

18 September 2026 - 20:29

Di Balik Kunjungan Home Care Jember, Ada Tindak Lanjut Setelah Pemeriksaan

18 September 2026 - 20:20

Soal Biaya Berobat Rp75 Ribu, RSD Kalisat Jelaskan Beda Jalur Pasien BPJS dan Umum 

18 September 2026 - 16:13

Trending di KABAR NUSANTARA